Menu Tutup

Angin Puting Beliung di Ciseeng, Satu Rumah Rusak Berat dan Seorang Balita Terluka

BOGOR, LIP12 – Angin kencang dan angin puting beliung mengamuk di tiga wilayah kecamatan Kabupaten Bogor. Akibat kejadian tersebut, beberapa rumah warga di 3 kecamatan mengalami rusak. Selain kerusakan bangunan, angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Ciseeng juga menyebabkan seorang bayi berumur 3 tahun mengalami luka ringan akibat terkena reruntuhan tembok.

Menurut Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Pranowo, ketiga musibah bencana tersebut sudah ditangani oleh Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kab. Dikatakan Budi, dari keterangan Pusat Pengendalian dan Operasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), bencana angin puting beliung di Kecamatan Ciseeng terjadi pada hari Minggu, 29 September 2019 sekitar pukul 16.15 WIB. “Lokasi bencana di wilayah Desa Putat Nutug dan Desa Cibeuteung Muara. Dikarenakan hujan di sertai angin kencang mengakibatkan beberapa rumah mengalami kerusakan,” ujarnya.

Ditambahkan Budi Pranowo, beberapa rumah terdampak bencana di Desa Putatnutug ada di beberapa kampung, yaitu Kp. Bojong Indah RT 02/06 1 rusak berat (RB) dan rusak ringan (RS). Lalu di Kp. Kedokan RT 02/01 dan Kp. Tengah RT 01/06 terdapat masing – masing 1 rumah yang mengalami rusak ringan (RR)..
“sedangkam di RW 02 Desa Cibeuteung Muara tepatnya di RT 01 ada 17 rumah rusak ringan dan di RT 02 ada 18 rumah rusak ringan,” paparnya.

Sekretaris BPBD juga menerangkan, bahwa ada satu korban mengalami luka ringan yaitu seorang bayi berumur 3 bulan bernama M. Rifai anak dari Bpk. Agus Indrayono. Korban terluka akibat tertimpa runtuhan tembok. “Berdasarkan laporan Ketua RT setempat, saat ini korban sudah di bawa puskesmas dan di rujuk ke RS Dompet Dhuafa,” imbuhnya.

Budi Pranowo menambahkan, untuk keselamatan dan pemulihan, saat ini keluarga Bapak Agus Indrayono yang terdiri dari 5 jiwa mengungsi ke rumah tetangga yang masih berada di wilayah Desa Putat Nutug. Kebutuhan dasar para korban, sambungnya, adalah tanggap darurat dan terpal. “Kami sudah berkoordinasi dengan aparat setempat baik Kecamatan, Desa hingga ke tingkat RW dan RT dan sudah melakukan assesment.” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto & Video News